E-Book Karakteristik Konselor

 

ebook

unduh ebook

KARAKTERISTIK KONSELOR YANG EFEKTIF

A.     Karakteristik konselor yang efektif
Kualitas lahiriah dari seorang konselor yang baik kiranya sudah jelas dengan sendirinya yaitu menawan hati, memiliki kemampuan bersikap tenang ketika bersama orang lain, memiliki kapasitas untuk berempati dan karakter lain yang memiliki makna yang sama. Kualitas tersebut tidak seluruhnya bawaan, tetapi dapat pula dicapai dan diusahakan sampai batas-batas tertentu. Pengembangan tersebut terjadi dari pencerahan yang telah didapatkan konselor pada minat dan ketertarikannya pada orang lain.[1]
Menurut Shertzer dan Stone, konselor yang efektif dan yang kurang efektif dapat dibedakan atas dasar tiga dimensi yaitu pengalaman, corak hubungan antar pribadi dan faktor-faktor non kognitif.
1. Pengalaman, ternyata menjadi variabel penting dalam efektifitas pekerjaan seorang konselor sejauh mereka yang telah lama berkecimpung dalam profesi ini menunjukkan banyak kesamaan dalam cara menciptakan dan membina hubungan antar pribadi yang khas untuk suatu helping relationship, biarpun mereka berpegang pada pandangan teoritis tentang proses konseling yang berbeda-beda, lebih banyak menunjukkan ketulusan, empati, dan penerimaan terhadap konseli.
2. Corak hubungan antar pribadi, yang menekankan empati dan pemahaman terhadap pikiran dan perasaan yang terungkap oleh konseli, serta terhadap situasi konseli, ternyata sangat esensial dan dapat ditemukan pada berbagai tipe kepribadian konselor yang efektif.
3. Faktor-faktor non kognitif. Meliputi hal-hal seperti motivasi, nilai-nilai kehidupan, perasaan terhadap orang lain, ketenangan dalam menghadapi situasi wawancara konseling yang arahnya tidak diketahui sebelumnya, kedewasaan, kemampuan untuk menjaga jarak dan tidak menjadi terlibat secara emosional dan kelincahan dalam pergaulan sosial pada umumnya.[2]
Sedangkan menurut Belkin, sejumlah kualitas kepribadian dapat ditampung dalam tiga judul yaitu :
1.  Mengenal diri sendiri, konselor harus menyadari kelebihan dan kelemahannya sendiri, harus tahu dalam usaha-usaha apa dia kiranya akan lebih berhasil, merasa aman dengan diri sendiri, percaya pada orang lain dan memiliki keteguhan hati.
2.  Memahami orang lain, ini menurut keterbukaan hati dan kebebasan dari cara berpikir yang kaku menurut pandangan-pandangan pribadi saja.
3.  Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain, bertumpu pada kemampuan untuk memahami orang lain, bertindak sejati serta tulen, bebas dari kecenderungan menguasai orang lain, kejujuran, kesungguhan, dapat diandalkan, keterusterangan dan kemampuan mengungkapkan pikiran serta perasaan dalam kata-kata dan isyarat-isyarat.[3]

Some content on this page was disabled on 21 June 2016 as a result of a DMCA takedown notice from McGraw-Hill Education. You can learn more about the DMCA here:

https://en.support.wordpress.com/copyright-and-the-dmca/

About Mr. Arda

I'm single and very happy

Posted on 6 Mei 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: