PERSEPSI BIMBINGAN DAN KONSELING

PERSEPSI BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Dasar – Dasar Bimbingan dan Konseling

Yang dibina oleh bapak Drs. Djoko Budi Santoso

Oleh

Arda Nurdihansyah

120111409973


UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN S1 BIMBINGAN DAN KONSELING

Nopember 2012

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. 1.    Latar Belakang Masalah

 

Bimbingan ialah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapainya kemandirian dalam pemahaman diri, penerimaan diri, pengarahan diri dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungan.

Konseling adalah proses helping atau bantuan dari konselor(helper) kepada konseli, baik melalui tatap muka maupun melalui media (cetak maupun elektronik, internel, telepon dan juga bias lewat sms) agar klien dapat mengembangkan pontensi dirinya atau memecahkan masalahnya sehingga berkembang menjadi seseorang pribadi yang bermakna baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain dalam rangka mencapai kebagiaan bersama ( Yusuf 2009:45)

Bimbingan dan konseling memiliki tujuan agar konseli dapat:

1)      Merencanakan kegiatan penyelesaian studi

2)      Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin

3)      Menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, masyarakat serta lingkungan kerjanya

4)      Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam setudi

 

Secara khusus bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas – tugas perkembangannya yang meliputi aspek – aspek pribadi – social, belajar (akademik), dan karir

Layanan – layanan bimbingan dan konseling di sekolah akan berhasil apabila konselornya memegang kuat azaz – azaz bimbingan dan konseling, juga tidak kalah penting guru BK harus memiliki kompetensi yang cukup untuk menjadi konselor.

  1. 2.    Rumusan Masalah

 

1)      Bagaimana persepsi pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMA saya (SMAN 1 Ponorogo)?

2)      Bagaimana persepsi seluruh siswa mengenai pelaksanaan bimbingan dan konseling di SMAN 1 Ponorogo?

3)      Bagaimana pekerjaan konselor sesuai dengan bimbingan dan konseling komperhensip?

  1. 3.    Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini dimaksutkan untuk:

  • Untuk memberi gambaran pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah menengah atas (SMA)
  • Untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Dasar –Dasar Bimbingan dan Konseling

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

  1. 1.    Persepsi Bimbingan dan Konseling di sekolah Saya

 

Sekolah memiliki tiga elemen yang tidak bias dipisah –pisahkan tiga elemen itu adalah :

  1. Manajemen
  2. Kurikulum
  3. Bimbingan dan Konseling

Begitu juga di sekolah saya SMAN 1Ponorogo .

Bimbingan dan Konseling di sekolah saya mempunyai peran penting untuk mempertemukan antara cita – cita dengan lingkungan diman tempat kita tinggal dan mencari ilmu.

Guru di sekolah saya memiliki ruang khusus tersendiri dengan jumlah gurunya sekitar 6-7 orang. Jadwal pelajaran bimbingan konseling hanya diberi satu jam per minggu dengan alokasi waktu sekitar 45 menit itu pun hanya untuk kelas 1sampai kelas 2 saja. Sedangkan untuk kelas 3 lebih menekankan pada pelajaran – pelajaran yang di ujikan di ujian nasional.

Dan mulai aktif saat mau mendekati ujian nasional guna memotivasi dan memberikan semangat untuk mengerjakan ujian nasional. Selain itu guru BK di sekolah saya juga memberikan pemaparan tentang perkuliahan menjelaskan tentang jalur – jalur masuk ke universitas, bahkan melakukan segala upaya untuk mempermudah memberi gambaran tentang kuliah dengan menghadirkan kakak kelas kami(alumni SMA) yang kuliah di PTN/PTS di seluruh Indonesia untuk melakukan tukar pikiran atau penjelasan pada kami tentang seluk beluk kuliah secara detail berupa lingkungan – lingkungan kampus biaya makan, biaya kos dan lain sebagainya. Tidak hanya itu guru BK di saya juga memberikan gambaran –gambaran karir dari jurusan yang kita pilih nanti di perguruan tinggi.

Disisi lain guru BK di SMA N 1 Ponorogo juga memiliki kelemahan – kelemahan antara lain :

1)      Banyaknya Guru BK yang bukan latar belakang sarjana BK sehingga pendekatan – pendekatan yang dilakukan pada konseli kurang tepat.

2)      Guru BK kurang memberikan gambaran – gambaran umum tentang Bimbingan dan Konseling itu sendiri hanya berfokus pada karir dan gejala/ fenomena – fenomena social dimasyarakat.

3)      Guru BK di sekolah SMAN 1 Ponorogo cenderung pasif hanya di dalam ruanganya tidak membahur dengan anak didiknya sehingga terjadi kesenjangan.

4)      Guru BK bukan membimbing konseli untuk memecahkan masalahnya sendiri tetapi konselor sebagai pemberi keputusan

Sebenarnya guru BK di sekolah saya sudah baik namun perlu ditingkatkan guru BK harus lebih aktif melakukan pendekatan – pendekatan agar antara anak didik dengan gurunya tidak ada kesenjangan sehingga anak didik tidak canggun untuk berkonsultasi dengan konselor di sekolah.

  1. 2.    Persepsi seluruh siswa mengenai pelaksanaan Bimbingan dan konseling di SMAN 1 PONOROGO

Banyak beberapa persepsi yang salah tentang bimbingan dan konseling kesalah paham itu antara lain :

  1. Tugas konselor berubah fungsi menjadi pendisiplin murid

Banyak murid – murid yang nakal, suka membolos, sering telat datang/terlambat di sekolah dan pelanggaran tata tertib sekolah, umumnya masalah – masalah tersebut harusnya tidak usah melibatkan guru BK tetapi cukup diselesaikan oleh wali kelas si anak tersebut

  1. Bimbingan dan Konseling hanya di butuhkan bagi anak yang mengalami masalah saja

Kesalahan ini cukup mendasar bahwa anak dating ke ruang BK diangap anak tersebut mengalami masalah.Sebenarnya program bimbingan dan konseling diselengarakan bagi seluruh siswa bukan hanya siswa yang bermasalah saja.

  1. Bantuan Bimbingan dan Konseling itu berupa nasihat – nasihat atau pengarahan – pengarahan tentang apa yang sebaiknya dilakukan konseli atau murid.

Ini tidak sejalan dengan tujuan bimbingan dan koseling yang sebagai pengambil keputusan seharusnya konseli bukan konselor, sehingga koseli dapat mengambil keputusan secara mandiri.

  1. Bimbingan dan Konseling hanya bisa dilaksanakan dengan berhasil oleh petugas yang sudah cukup umur atau usianya tidak dekat dengan yang di konseli.

Banyak terjadi di sekolah – sekolah guru BK yang ada di sekolah biasanya selisih umur dengan muridnya relative jauh sehingga ini menjadi kesulitan untuk memahami konseli sebagi akibat dari terlampau jauhnya usia mereka

  1. Penyelesaian masalah biasanya berlangsung singkat

Pelaksanaan bimbingan konseling dilaksanakan secara berkesinambungan terusmenerus dan membutukan beberapa tatap muka agar koseli dapat memecakan masalahnya dengan seoptimal mungkin dengan mandiri

Beberapa kesalah pahaman tentang konselor diatas harusnya menjadikan konselor bersemangat untuk memperbaiki kesalah pahaman tersebut sehingga dapat memperbaiki citra konselor dimata konseli

  1. 3.    Pekerjaan Konselor Sesuai dengan Bimbingan dan Konseling Komperhensip

Konselor adalah seorang yang propesional dan memiliki kompetensi sebagai pembimbing. Berikut beberapa pekerjaan konselor sesuai dengan Bimbingan dan Konseling Komperhensip antara lain :

  1. Melakukan setudi kelayakan dan needs assessment pelayanan bimbingan dan konseling
  2. Merencanakan program bimbingan dan konseling untuk satuan – satuan waktu tertentu. Program – program tersebut dikemas dalam program harian/mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan.
  3. Melaksanakan program pelayanan bimbingan dan konseling
  4. Menilai proses dan hasil pelaksanaan pelayanan bimbingan dan konseling
  5. Menganalisa hasil penilaian pelayanan bimbingan dan konseling
  6. Melaksanakan tindak lanjut berdasarkan hasil pelayanan bimbingan dan konseling
  7. Mengadministrasikan kegiatan program pelayanan bimbingan dan konseling yang dilaksanakannya.
  8. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dalam pelayanan bimbingan dan konseling secara menyeluruh kepada kordinator bimbingan dan konseling serta kepala sekolah
  9. Mempersiapkan diri, menerima dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kepengawasan oleh Pengawas sekolah bidang bimbingan dan konseling
  10. Berkolaborasi dengan guru mata pelajaran dan wakil kelas serta pihak terkait dalam pelaksanaan program bimbingan konseling

Progam Bimbingan dan Konseling juga mengandung empat komponen – komponen yang saling terkait empat komponen itu adalah:

1)      Pelayanan Dasar

Proses pemberian bantuan kepada seluruh konseli melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang di sajikan secara sistematis dalam rangka mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai tahapan – tahapan dan tugas perkembangan yang optimal dengan tujuan agar konseli, 1) memiliki kesadaran tentang diri dan lingkungannya, 2) mampu mengembangkan ketrampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkunganya, 3) mampu menangani kebutuhan dan dan masalahnya, dan 4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka focus yang dikembangkan menyangkut aspek – aspek pribadi, social, belajar dan karir.

2)      Pelayanan Responsif

Pelayanan ini merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan penanganan segera.

Tujuanya untuk memecahkan atau untuk mengintervensi masalah yang dialaminya sehingga fokos pengembanganya bergantung kepada masalah atau kebutuhan yang dihadapi konseli.

3)      Perencanaan Individu

Sebagaian bantuan kepada konseling agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depan berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di linkungannya.

Tujuanya agar konseli dapat merencanakan pendidikan, social karir seoptimal mungkin sesuai kemampuan konseli.

Dari tujuan tersebut maka focus perkembangannya berkaitan erat dengan aspek akademik, karir, dan social-pribadi.

4)      Dukungan Sistem

Memberikan dukungan untuk mempelancar penyelengaraan pelayanan di atas.

BAB III

PENUTUP

 

            Peran konselor sanggat lah siknifikan dalam dunia globalisasi sekarang ini berikut beberapa harapan yang di tujukan pada konselor:

  1. Para siswa mengharapkan konselor siswa memecahkan masalah pendidikan
  2. Harapan orang tua pada konselor adalah diharapkan konselor dapat membantu siswa dalam memilih bidang studi dan membantu memformulasikan rencana pendidikan dan karirnya kelak.
  3. Harapan guru lain terhadap konseling adalah untuk mengurangi atau meng eliminasi gangguan – gangguan siswa sehingga siswa dapat focus pada pembelajaran.
  4. Harapan dari administrator sekolah mengharapkan konselor dapat memecahkan kesulitan pendidikan baik yang ril maupun tidak.
  5. Harapan instansi pemerintah, mengharapkan agar konselor dapat menyelaraskan cita – cita, dan prestasi dengan keadaan social lingkungan dimana siswa tinggal.

Harapan harapan diatas tidak akan berhasil jika seluruh pihak tidak bersatu membantu program bimbingan dan konseling, progam bimbingan dan konseling tidak hanya dilakukan oleh konselor dan konseli saja tetapi oleh semua pihak – pihak yang terkait didalamnya khususnya dalam dunia pendidikan, jika semuanya saling berkesinambungan saling membantu sama lain tujuan bimbinagan dan konseling dapat tercapai.

Konselor di SMA N 1 PONOROGO memiliki peran yang sentral namun kenyataanya program bimbingan dan konseling belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip – prinsip BK Komperhensif

DAFTAR PUSTAKA

 

  1. Surya, Muhamad. 1988. Dasar – Dasar Penyuluhan (Konseling). Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
  2. Santonso, Djoko Budi. 2009. Dasar – Dasar Bimbingan dan Konseling. Malang : tanpa penerbit

 

About Mr. Arda

I'm single and very happy

Posted on 27 Januari 2013, in Bimbingan dan Konseling, Pendidikan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: